Pembangunan Jalan Samarkilang Lanjut

15-07-2019 14:01:06


Redelong- Pembangunan ruas jalan menuju Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, kembali akan dilanjutkan pada tahun 2019 ini. Pemerintah Aceh telah mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan jalan tersebut sebesar Rp 36 miliar, termasuk untuk pembangunan beberapa ruas jalan lainnya di kabupaten bersuhu dingin ini.

Perihal kelanjutan jalan tersebut disampaikan Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi, dalam acara penutupan Pekan Inovasi Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (PIPMG) se-Aceh tahun 2019 di lapangan Umah Pitu Ruang, Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Sabtu (23/7). Acara tersebut ditutup oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sekaligus dengan pencanangan hari puncak PIPMG se-Aceh.

Sarkawi dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang kembali melanjutkan pembangunan jalan Samarkilang. “Terimakasih karena pada tahun ini kembali telah dilanjutkan anggaran pembangunan jalan ke Samarkilang, Rp 36 miliar anggaran yang masuk,” ujar Bupati Bener Meriah, Sarkawi.

Namun ia mengharapkan, pembangunan jalan tersebut bisa dilanjutkan hingga tembus ke Aceh Timur, mengingat jaraknya juga tidak terlalu jauh lagi, sekitar 12 kilometer. Di samping itu diyakini juga akan ikut membantu perekonomian di Bener Meriah.

“Kalau jalan ini bisa tembus, kita sudah menghemat 3 jam waktu perjalanan sehingga biaya pengangkutan kopi ke Medan juga akan lebih murah. Ini akan berimbas pada peningkatan ekonomi di Bener Meriah,” ucapnya.

Karena itu, ia berharap ke depan anggaran agar jalan Samarkilang bisa tembus ke Aceh Timur bisa dialokasikan oleh Pemerintah Aceh, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tengah, khususnya di Bener Meriah.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa membangun daerah tidak bisa hanya terpaku kepada pemerintah saja, namun butuh peran semua pihak, termasuk swasta.

“Saya mohon kepada semua stakeholder, pemangku kepentingan apakah itu pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai kepada pemerintahan gampong, itu benar-benar bekerjasama, berkolaborasi membangun negeri,” katanya.

Nova memberikan contoh, saat ini saja Indonesia kekurangan 11 juta unit rumah layak huni. Dari jumlah itu yang mampu dibangun hanya 15 persen, selebihnya harus dibangun oleh swasta dan masyarakat sendiri. “Khusus untuk sektor swasta, saya mohon dukungan penuh, karena lapangan kerja terbesar itu ada pada sektor swasta,” jelas Nova.

Plt Gubernur Aceh ini menambahkan, sulit membawa skema investasi besar ke Aceh, karena harus ada jaminan keuntungan, keamanan, dan kepastian hukum. “Modal dan uang tidak akan masuk kalau mereka (investor) tidak untung, kalau tidak aman, tidak ada kepastian hukum. Nah, sambil menunggu investasi besar dari luar negeri atau luar provinsi, maka kita harus mampu berdiri, berdiri di atas kaki sendiri, berinvestasi sendiri oleh putra putri Aceh,” pungkasnya.

Acara pencanangan PIPMG se-Aceh kemarin juga dihadiri oleh perwakilan Pangdam Iskandar Muda, perwakilan Kapolda Aceh, Kepala SKPA, Wakil Ketua TP-PKK Provinsi seluruh bupati/wali kota se-Aceh atau yang mewakili, serta ribuan masyarakat.* (serambinews.com/c51/fa)

Facebook Fans Page